Review semi final Argentina vs Belanda

Argentina dipastikan lolos untuk pertandingan dengan Jerman dalam laga final Piala Dunia 2014 setelah berhasil mengalahkan Belanda dengan adu pinalti. Argentina memulai babak pertama dengan tampil lebih dominan, dimana membuat Belanda mengalami kesulitan untuk melakukan serangan – serangan. Argentina mulai melancarkan serangan – serangan melalui Messi serta Higuain, namun kali ini lini belakang Belanda juga sangat brilian sehingga pergerakan mereka masih bisa di patahkan. Argentina tak henti – hentinya memberikan tekanan, masuk menit 16, mereka mendapatkan kesempatan melalui tendangan bebas, namun tendangan Messi masih bisa di antisipasi oleh Jesper Cillessen. Di babak pertama Belanda memang nampak di buat tak berdaya, karena terlihat sekali kesulitan untuk mengembangkan permainan mereka. Babak pertamapun akhirnya berakhir tanpa gol.

Argentina vs Belanda

Di babak kedua ini, Belanda menarik keluar Martins Indi yang cidera dan digantikannya dengan Daryl Janmaat. Dengan pergantian tersebut, permainan Belanda menjadi lebih efektif, sehingga mereka tidak selalu kalah dalam penguasaan bola. Namun walaupun banyak sekali peluang yang terjadi di babak kedua ini, tetap saja belum ada tim yang mampu mencetak gol. Dan lagi – lagi di paruh kedua ini di akhiri tanpa gol dan dilanjut ke babak perpanjangan waktu. Di babak tambahan ini kedua tim langsung tampil terbuka di menit awal. Aksi pertama diperagakan oleh Robben ketika ia berhasil melepaskan sebuah tendangan keras, namun masih bisa di hentikan oleh Sergio Romero. Sedangkan di kubu argentina, mereka mendapatkan kesempatan melalui Palacio, sayang ia juga gagal memanfaatkan kesempatan tersebut karena sundulannya masih terlalu lemah. Sepanjang babak tambahan ini juga tidak terjadi 1 golpun, sehingga wasit memutuskan untuk adu pinalti. Di babak adu pinalti kali ini dimenangkan oleh Argentina dengan skor 4 – 2. Dimana 2 pemain Belanda, Ron Vlaar serta Sniejder gagal melakukan tugasnya dengan baik.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Review Grup C-Kolombia vs Jepang

Akhirnya Kolombia keluar sebagai juara di Grup C setelah mereka berhasil mengalahkan Jepang dengan skor yang cukup telak. Jepang mengawali babak pertama ini dengan meyakinkan, bagaimana tidak, mereka terus tampil menekan daerah pertahanan Kolombia. Hingga peluang pertama mereka tiba di saat Shinji Kagawa berhasil merengsek masuk ke area pertahanan lawan dan melepaskan umpan matang ke Yoshita Okubu, sayang tendangan Okubu masih sedikit menyamping ke gawang Kolombia. Tak lama berselang, Yasuyuki Konno melakukan sebuah kesalahan, karena ia menjatuhkan pemain Kolombia di kotak terlarang, Cuadrado yang bertindak sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sangat baik dan membawa Kolombia unggul atas Jepang. Menit ke 25, jepang hampir saja melakukan hal yang sama, namun beruntung bahwa hal tersebut bukan merupakan pelanggaran. Jepang terus kembali menekan Kolombia, peluang demi peluang terus mereka ciptakan, hingga gol yang mereka tunggu – tunggu akhirnya datang pada waktu injury time, lewat Okazaki yang berhasil mengkonversi umpan Honda menjadi sebuah gol, 1 – 1.

Kolombia vs Jepang

Di babak kedua, penampilan kedua tim semakin menarik, karena mereka saling melakukan transaksi serangan. Namun di babak kedua ini Jepang kecolongan lebih dahulu oleh Kolombia. Ketika Rodriguez berhasil memberikan umpan kepada Martinez yang berdiri bebas, dan ia langsung melesatkan bola ke gawang Jepang. 2 – 1 untuk Kolombia. Tak lama berselang, Jepang berusaha membalasnya, namun tembakan Kagawa masih belum bisa membobol gawang yang dijaga Ospina. Harapan untuk memenangkan pertandingan bagi Jepang kembali menipis, setelah Martinez berhasil mencetak gol keduanya di menit 82, melalui sepakan kerasnya di dalam kotak pinalti. Dan mimpi buruk Jepang kembali datang, ketika Rodriguez berhasil mencetak gol ke 4 setelah ia lolos dari offside dan berhasil mengkonversi umpan dari Ramos menjadi gol yang cantik. Skor 4 – 1 mengakhiri jalannya pertandingan di grup C ini.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Profil Dirk Kuyt

Dirk Kuijt atau yang lebih dikenal dengan Dirk Kuyt terlahir pada 22 Juli 1980 di Katwijk aan Zee, Belanda. Selain membela timnas Belanda, Kuyt juga bermain bagi klub Liverpool yang bermain di liga Primer Inggris. ia sendiri dikenal karena memiliki ketajaman dalam mencetak gol. Namun pada saat itu Kuyt lebih sering dimainkan dalam posisi sayap baik bagi klub maupun saat di timnas Belanda. Karir professional pertamanya yaitu bersama klub FC Utrechy di tahun 1998 dan ia langsung menjadi bagian utama klub disana. Selama 5 musim ia berada disana, Dirk Kuyt menghadiahkan gelar juara pada timnya yaitu Piala Belanda, dan ia juga mendapatkan penghargaan sebagai top skorer pada musim tersebut dan berhak mendapatkan tropi sepatu emas di Liga Belanda.

Dirk Kuyt

Setelah ia mengakhiri karirnya di Utrecht, ia memutuskan untuk pindah ke Feyenoord. Dan tak di tahun 2005 ia resmi menjabat sebagai kapten tim serta menjadi salah satu pencetak gol yang sangat produktif bagi timnya. Sehingga tak heran juga ia selalu menjadi top skorer selama 3 musim berturut – turut di Eredivisie. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik di musim 2004/05 serta 2005/06. Dan tak hanya itu saja, Kuyt juga merupakan pemain yang paling banyak tampil, karena dari musim 1999 hingga 2006, Kuyt hanya absen dalam 5 pertandingan saja dan ia tampil sebanyak 179 pertandingan sepanjang musim tersebut. Setelah 3 tahun dengan Feyenoord, Kuyt memutuskan untuk bergabung dengan Liverpool. Dan saat itu biaya transfer Kuyt mencapai £10 juta. Tak membutuhkan waktu yang lama bagi Kuyt untuk masuk dalam squad utama, dan ia berhasil mencetak gol perdananya di ajang Liga Champions saat itu melawan AC Milan.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Fakta pertandingan Argentina kontra Belanda

Argentina berhasil melaju kebabak final setelah mereka berhasil menggulingkan Belanda dengan drama adu pinalti, karena sepanjang waktu babak pertama maupun babak kedua dan babak tambahan, baik Belanda maupun Argentina tidak ada yang berhasil mencetak gol. Sehingga sang wasit memutuskan untuk dilakukannya adu pinalti. Jika pada pertandingan melawan Kosta Rika Belanda menurunkan Tim Krul, kali ini Cillessen tetap menjadi penjaga gawangnya. Dan alhasil gawang Cillessen kebobolan sebanyak 4 gol dalam drama adu pinalti ini, sedangkan Sergio Romero, hanya kebobol 2 gol saja, karena 2 tendangan lainnya berhasil ia mentahkan. Dan berikut adalah data beserta fakta yang menarik pada pertandingan antara Argentina melawan Belanda :

Argentina kontra Belanda

  • Pada pertandingan ini merupakan pertandingan perdananya bersama timnas Belanda bagi Jordy Clasie.
  • Di babak pertama, Robben hanya memberikan 1 umpan dan paling sedikit dalam menyentuh bola yaitu 6 kali saja.
  • Robin van Persie serta Lionel Messi belum pernah mencetak gol lagi di babak eleminasi ini.
  • Pertandingan ini merupakan pertandingan yang ke 92 bagi Messi dan melewati sang legenda Diego Maradona, namun belum bisa mengalahkan rekor Javier Zanetti dengan 145 penampilan.
  • Belanda belum pernah kembali mencetak gol kurang dari 15 menit di babak pertama semenjak Piala Dunia 1998.
  • Adu pinalti dalam babak semi-final kali ini merupakan untuk pertama kalinya, semenjak 16 tahun yang lalu, dan pertandingan ini juga untuk yang pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia karena selama pertandingan di waktu normal dan tambahan tidak terjadi gol.
  • Selama karirnya, Jerper Cillessen belum pernah satu kalipun menggagalkan tendangan pinalti.
  • Adu pinalti kali ini merupakan yang ke-empat kalinya dalam Piala Dunia 2014 dimana menyamai rekor pada Piala Dunia 1990 dan 2006.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Review semi final Piala Dunia 2014 Brasil vs Jerman

Siapa mengira, sang tuan rumah Brasil bisa tumbang di babak semi-final saat menjamu Jerman. Padahal di babak pertama, Brasil langsung tampil menyerang, bahkan mereka mendapatkan peluang pertama mereka di menit 3, ketika Marcelo berusaha melepaskan tendangan spekulasinya dari luar kotak pinalti, namun masih belum menemui sasaran. Secara mengejutkan Jerman berhasil unggul terlebih dahulu di menit 11 ketika Thomas Muller berhasil meneruskan bola dari umpan yang diberikan oleh Toni Kross. 1 – 0 untuk Jerman. 10 menit kemudian pemain veteran Jerman, Miroslav Klose menggandakan keunggulan Jerman sekaligus memecahkan rekor yang dibuat oleh Ronaldo sang legenda Brasil. Pendukung Brasilpun dibuat bungkam oleh gol tersebut. Jerman kembali memberi kejutan 1 menit kemudian lewat Toni Kroos yang berhasil menambah skor. Dan dua menit kemudian, lagi – lagi Kroos berhasil mencetak gol keduanya kali ini setelah berhasil menerima umpan dari Khedira. Dan di menit ke 30, giliran Khedira yang memporak porandakan gawang Brasil, skor akhir di babak pertama adalah 5 – 0 untuk Jerman.

Brasil vs Jerman

Di babak kedua, Brasil mencoba untuk memperkecil ketertinggalan mereka, di menit 60 mereka mendapatkan kesempatan melalui Oscar, ia berhasil melepaskan sebuah tembakan dari jarak dekat, namun aksinya masih bisa dimentahkan oleh Manuel Neuer. Dan der Panzerpun tetap melancarkan serangan walaupun mereka sudah unggul 5 gol, beberapa kali Cesar melakukan penyelamatan namun akhirnya gawangnya kembali kebobol pada menit 69 melalui Andre Schrurrle. Hancur sudah tuan rumah Brasil karena sudah tertinggal 6 gol, dan para supporter semakin terlihat tertunduk lesu ketika memasuki menit 79 lagi – lagi Schrurrle menambah pundi – pundi gol Jerman. Namun di menit-menit akhir babak kedua, Brasil berhasil mencetak gol hiburan melalui Oscar. Dan pertandinganpun berakhir dengan skor 7 – 1 kemenangan untuk Jerman.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS