Profil Miralem Pjanic

Bakat Miralem Pjanic sudah terlihat saat usianya masih 7 tahun. Tak heran, karena ayahnya sendiri juga merupakan seorang pemain bola di salah satu divisi di Yugoslavia. Ayahnya memasukan Pjanic ke salah satu akademi sepakbola yaitu FC Schifflange 95. Saat ia berada di FC Schifflange selama 7 tahun, Pjanic berubah menjadi pemain yang handal, sehingga beberapa klub dari jerman, Belanda serta Perancis mulai meliriknya. Di tahun 2004, Pjanic memutukan untuk pindah ke salah satu klub di Perancis yaitu FC Metz. Pria yang lahir pada 2 April 1990 ini bermain dengan FC Metz selama 3 tahun. Selama disana ia behasil mengantar tim untuk meraih trofi Championnat National des 16 ans pada musim pertandingan 2005/06. Tahun 2007 merupakan puncak karirnya bersama FC Metz. Pada tahun itu ia resmi masuk dalam tim inti Metz.

Miralem Pjanic

Pertandingan pertamanya di tim senior Metz ini saat melawan klub besar yaitu Paris Saint-Germain. Di akhir tahun 2007, Pjanic menandatangi kontrak porfesional pertamanya dengan Metz. Karena penampilan bagusnya, Pjanic masuk dalah nominasi pemain terbaik di League1. Tak luput dari itu saja, ia juga menjadi pemain incaran bebrapa klub besar di Eropa seperta Real Madrid, Barca, Chelsea, dan duo Milan. Namun Pjanic memilih Lyon sebagai labuhannya kali ini, dan ia resmi menjadi pemain Lyon di tahun 2008 dengan biaya transfer 7,5 juta euro. Tak butuh lama baginya untuk menjadi pemain inti di Lyon. Selama disana ia terus menampilkan peforma yang impresif. Hingga tahun 2011 posisinya tergantikan oleh pemain baru, sehingga ia mulai tidak betah dan memutuskan untuk pindah ke AS Roma di musim 2010/11. Pjanic juga ikut serta dalam kancah internasional. Ia mulai bergabung dengan timnas Luxembourgh U17 dan ia juga mengikuti di kejuaraan Eropa di tahun 2006.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Speak Your Mind

*

Pinterest