Sejarah : Air mata Paul Gascoigne

Piala Dunia edisi 1990 merupakan kenangan yang paling menyakitkan bagi pasukan the three lions. Bagaimana tidak, karena dalam ajang Piala Dunia tersebut mereka harus tersingkir di babak semi final setelah kalah adu pinalti saat melawan Jerman Barat. Pertandingan yang saat itu di adakan di Stadio Delle Alpi dan disaksikan oleh 62 ribu penonton, Jerman Barat berhasil unggul terlebih dahulu di menit ke 60 lewat Andreas Brehme, akan tetapi pasukan Inggris bisa menyamakan kedudukan di menit ke 80 lewat gol yang di ciptakan oleh Gary Lineker. Dan hingga menit 90 skor tetap 1 – 1, pertandingan pun harus dilanjutkan di babak tambahan. Di babak tambahan pertama dan kedua tidak ada 1 tim yang mencetak gol lagi, sehingga pertandinganpun harus berakhir di adu pinalti.

Paul Gascoigne

Di babak pinalti ini tentunya sangat menegangkan bagi kedua tim, namun kedua tim ini sama – sama berhasil mencetak gol di 3 kesempatan pertamanya. Namun saat penendang ke-4 Inggris yang saat itu di tending oleh Stuart Pearce gagal membobol gawang Bodo Illgner. Dan Jerman bisa unggul lewat tendangan Olaf Thon. Dan lagi – lagi penendang Inggris ke-5 juga gagal. Sehingga memastikan Jerman lolos ke babak semi final. Dan selanjutnya Jerman bertemu dengan Argentina di babak final dan berhasil meraih gelar juara dunia untuk ketiga kalinya bagi mereka setelah menang dengan skor tipis 1 – 0 atas Argentina. Namun dalam laga tersebut menyisakan sebuah kenangan, yaitu tangisan sang gelandang timnas Inggris, Paul Gascoigne. Dimana pada menit 99 ia mendapatkan kartu kuning kedua kalinya pada saat itu dan ia harus keluar lapangan. Saat itu Kamera televise sedang menyorot ke arahnya sehingga momen tangisan tersebut menjadi momen ikonek para turnamen piala dunia pada waktu itu.

Share and Enjoy

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS

Speak Your Mind

*

Pinterest